Inspiratif! Pemuda Asal Pulau Gili Iyang Sumenep Tuntaskan Sidang Tertutup Doktoral UIN Malang Hanya dalam 4 Semester

MADURA, PPRNEWSMEDIA.COM – Prestasi luar biasa dan membanggakan kembali ditorehkan oleh putra daerah asal Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, Madura. Mawardi, seorang pemuda dari pulau yang tersohor memiliki kadar oksigen tertinggi kedua di dunia tersebut, sukses menyelesaikan sidang tertutup Program Doktor (S3) Hukum Keluarga Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang hanya dalam waktu 4 semester atau sekitar dua tahun masa studi.

Pencapaian akseleratif ini menjadi kebanggaan besar, tidak hanya bagi keluarga dan masyarakat Pulau Gili Iyang, tetapi juga bagi Kabupaten Sumenep secara umum. Di tengah berbagai tantangan akses pendidikan di wilayah kepulauan, keberhasilan Mawardi membuktikan secara nyata bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih puncak prestasi akademik.

Sidang tertutup disertasi yang digelar di lingkungan Program Pascasarjana UIN Malang tersebut merupakan tahapan krusial sebelum dirinya melangkah ke sidang terbuka promosi doktor. Menuntaskan studi S3 dalam waktu yang relatif sangat singkat dinilai sebagai capaian langka yang tidak mudah, mengingat proses pendidikan doktor menuntut ketekunan tinggi, riset mendalam, publikasi ilmiah internasional, hingga penyusunan disertasi yang komprehensif.

Saat diwawancarai, Mawardi mengungkapkan rasa syukur dan menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari kerja keras, dukungan penuh keluarga, dosen pembimbing, serta doa dari masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi menjadi motivasi bahwa putra-putri daerah kepulauan juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat akademik tertinggi. Saya berharap ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya dari wilayah kepulauan, agar terus menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi,” ujar Mawardi dengan optimis.

Dalam penelitian disertasinya, Mawardi mengangkat tema yang sangat aplikatif dan dekat dengan masyarakat, yakni mengenai penyelesaian sengketa perceraian berbasis masyarakat melalui peran pemerintah desa dengan pendekatan integratif hukum responsif dan perspektif maqasid syariah. Riset ini secara khusus menyoroti praktik mediasi sosial dan kearifan lokal (local wisdom) di tingkat desa.

Keberhasilan riset ini menuai apresiasi mendalam dari Kepala Desa Banra'as, Pulau Gili Iyang, H. Mathor. Ia mengaku sangat bangga karena wilayahnya dijadikan objek penelitian ilmiah yang mampu dipertahankan dengan baik di hadapan para penguji universitas terkemuka.

"Saya sangat mengapresiasi karena salah satu pemuda Desa Banra'as ini, dengan kajiannya tentang local wisdom yang ada di desa, mampu disajikan menjadi sebuah disertasi bermutu dan dipresentasikan dalam jenjang pendidikan Doktoral di UIN Malang," ungkap H. Mathor dengan penuh kegembiraan.

Senada dengan kepala desa, apresiasi tinggi juga datang dari pihak legislatif. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep yang berasal dari Pulau Gili Iyang, H. Masdawi, menyambut capaian gemilang ini dengan penuh kebanggaan. Menurutnya, sosok Mawardi adalah bukti autentik bahwa anak daerah dari wilayah kepulauan memiliki kualitas, daya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata di dunia keilmuan.

"Setiap ada kemauan dengan usaha yang sungguh-sungguh, di situ pasti ada jalan untuk mencapainya. Semoga prestasi ini menginspirasi pemuda dan pemudi kita ke depannya untuk tidak takut bermimpi tinggi," tegas H. Masdawi penuh semangat.

Prestasi yang diraih Mawardi kini menjadi representasi kuat dari semangat generasi muda Madura dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui jalur pendidikan tinggi. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik standar baru bagi pemuda kepulauan untuk terus berkarya dan berprestasi di kancah nasional maupun internasional.


TIM REDAKSI

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama