PROBOLINGGO, PPRNEWSMEDIA.COM – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola administrasi dan akurasi data pendidikan keagamaan, Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Bantaran menyelenggarakan agenda Pembinaan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi operator EMIS Madrasah Diniyah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara khidmat di Masjid Wakaf Al-Rohmah pada Kamis (23/4).
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan serta staf ahli dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan basis data di tingkat kecamatan.
Ketua DPAC FKDT Kecamatan Bantaran, Rohmad Wahyudi, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan data yang presisi merupakan fondasi utama dalam pengembangan lembaga.
"Data EMIS adalah jantung dari kebijakan pemerintah. Melalui bimtek ini, kami ingin memastikan seluruh operator di Bantaran memiliki kompetensi yang mumpuni untuk menyajikan data yang valid, akurat, dan tepat waktu," ungkapnya.
Apresiasi senada juga disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kemenag Kabupaten Probolinggo, H. Ansori, yang hadir sebagai narasumber utama. Ia menekankan bahwa di era transformasi digital, penguasaan teknologi bagi pengelola lembaga pendidikan adalah sebuah keniscayaan.
"Data yang akurat bukan sekadar angka, melainkan instrumen penting yang mempermudah akses bantuan, perencanaan program, hingga pemetaan kualitas Madrasah Diniyah kita di masa depan," tegas H. Ansori di hadapan puluhan peserta.
Memasuki sesi teknis, para peserta dipandu langsung oleh M. Soleh, staf PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo. Dalam pemaparannya, ia memberikan bimbingan langkah demi langkah terkait penyelesaian kendala sistem yang kerap dihadapi di lapangan. Selain itu, peserta juga dibekali kiat-kiat penginputan berkas agar proses verifikasi di tingkat pusat dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Pemilihan Masjid Wakaf Al-Rohmah sebagai lokasi kegiatan diharapkan mampu memberikan suasana yang tenang dan religius, sehingga para "pejuang data" pendidikan Islam ini dapat menyerap materi dengan optimal. Melalui momentum bimtek ini, DPAC FKDT Bantaran menargetkan nihilnya keterlambatan pelaporan data EMIS di wilayahnya pada periode mendatang.
TIM REDAKSI

