Peringati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026, Program Pascasarjana Universitas Panca Marga Probolinggo Tekankan Pentingnya Perlindungan Inovasi

PROBOLINGGO, PPRNEWSMEDIA.COM – Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo turut memperingati Hari Kekayaan Intelektual Sedunia yang jatuh pada hari ini, Minggu, 26 April 2026. Melalui momentum ini, institusi pendidikan tinggi tersebut mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan akademisi, untuk lebih menghargai karya serta melindungi inovasi sebagai aset berharga bagi masa depan.

Tema peringatan tahun ini menitikberatkan pada peran penting kekayaan intelektual dalam mendorong kreativitas dan menggerakkan inovasi demi kemajuan bersama. Program Pascasarjana UPM menegaskan bahwa setiap ide dan invensi memerlukan perlindungan hukum yang tepat, baik dalam bentuk Hak Cipta, Paten, Merek Dagang, maupun Desain Industri.

Direktur Pascasarjana Universitas Panca Marga Probolinggo, Dr. Amirullah, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kesadaran akan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan kunci utama dalam persaingan di era ekonomi kreatif saat ini.

"Kekayaan intelektual bukan sekadar formalitas hukum, melainkan bentuk apresiasi nyata terhadap dedikasi dan pemikiran seseorang. Di lingkungan akademis dan bisnis, perlindungan ide adalah fondasi bagi keberlanjutan inovasi. Tanpa perlindungan yang kuat, semangat kreativitas dapat terhambat," ujar Dr. Amirullah.

Beliau juga menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mengedukasi mahasiswa dan masyarakat luas mengenai tata cara serta manfaat pendaftaran kekayaan intelektual.

"Kami di Program Pascasarjana UPM terus berkomitmen untuk menjadi wadah yang tidak hanya melahirkan ide-ide brilian, tetapi juga memastikan bahwa ide-ide tersebut memiliki nilai ekonomi dan perlindungan hukum yang sah. Mari kita hargai setiap karya, lindungi ide, dan wujudkan masa depan yang berkelanjutan melalui kekayaan intelektual," pungkasnya.

Peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pendaftaran kekayaan intelektual di wilayah Probolinggo dan sekitarnya, sehingga para inovator lokal dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi baik di tingkat nasional maupun internasional.


TIM REDAKSI





Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama