Gugur Massal di Birmingham, 5 Sektor Wakil Indonesia Rontok di All England 2026

BIRMINGHAM, PPRNEWSMEDIA.COM – Awan mendung menyelimuti tim bulu tangkis Indonesia di ajang All England 2026. Turnamen bulu tangkis tertua di dunia yang digelar di Utilita Arena, Birmingham, ini menjadi saksi "gugur massal" wakil Merah Putih. Hingga babak perempat final yang berlangsung Jumat (6/3), tercatat setidaknya lima sektor andalan harus menyudahi perjuangan mereka lebih awal.

Dominasi Lawan dan Kandasnya Sang Juara Bertahan

Kejutan pahit diawali dari sektor tunggal putra. Sang juara bertahan, Jonatan Christie, secara mengejutkan harus angkat koper lebih awal di babak 16 besar setelah ditumbangkan pemain non-unggulan. Langkah serupa juga dialami pemain muda Alwi Farhan yang gagal membendung ketangguhan pemain unggulan di fase awal.

Di sektor tunggal putri, harapan satu-satunya Indonesia, Putri Kusuma Wardani, harus mengakui keunggulan peringkat satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young. Putri menyerah dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 14-21 di babak perempat final.

Sektor Ganda: Tanpa Wakil di Semifinal Putri

Kondisi tak kalah pelik terjadi di sektor ganda putri. Indonesia dipastikan tanpa wakil di babak semifinal setelah dua pasangan andalan kandas serentak. Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (Ana/Tiwi) gagal mengulang performa apik mereka setelah ditekuk pasangan Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Sementara itu, pasangan muda Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Allessya Rose juga harus mengakui keunggulan lawan di babak 8 besar.

Sektor ganda campuran yang sempat memberikan harapan lewat kejutan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah pun harus terhenti di perempat final. Di sisi lain, sektor ganda putra yang biasanya menjadi "lumbung" gelar juga goyah; Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kandas di 16 besar, menyusul Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang sudah gugur di babak pertama.

Harapan Terakhir Indonesia

Meski dihantam badai kekalahan, Indonesia masih menyisakan satu napas di babak semifinal. Harapan tertinggi kini bertumpu pada pundak pasangan ganda putra muda, Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo. Keberhasilan mereka melaju ke empat besar menjadi oase di tengah gersangnya prestasi wakil Indonesia di edisi kali ini.

"Perjuangan di Birmingham tahun ini memang sangat berat. Kekalahan para pemain senior menjadi alarm keras, namun bangkitnya pasangan muda ke semifinal memberikan sedikit titik terang bagi regenerasi kita," tulis laporan pengamat bulu tangkis nasional.

Kini, seluruh mata pencinta bulu tangkis tanah air tertuju pada Raymond/Patra. Mampukah mereka menjaga martabat Merah Putih di partai puncak nanti?


TIM REDAKSI

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama