JAKARTA, PPRNEWSMEDIA.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi mengumumkan penutupan pendaftaran mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) per 6 Maret 2026. Langkah ini diambil setelah kuota target sebanyak 30.000 dapur/mitra di seluruh Indonesia dinyatakan telah terpenuhi atau sedang dalam tahap verifikasi akhir.
Melalui pernyataan resminya, BGN menegaskan bahwa portal pendaftaran di laman mitra.bgn.go.id sudah tidak lagi menerima usulan baru. Pengumuman ini sekaligus menjadi penanda dimulainya fase validasi ketat terhadap calon mitra yang telah masuk dalam sistem.
Waspada Praktik "Jual-Beli Titik"
Seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat, BGN mengeluarkan peringatan keras terkait munculnya praktik ilegal berupa "jual-beli titik" SPPG. Oknum-oknum tidak bertanggung jawab dilaporkan menjanjikan kelolosan pendaftaran meskipun jalur resmi telah ditutup.
"Kami mengimbau masyarakat untuk sangat berhati-hati. Seluruh proses pendaftaran hingga penetapan mitra dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya alias gratis," tulis pernyataan BGN yang dikutip dari ANTARA News.
Modus Penipuan Capai Ratusan Juta
Laporan di lapangan menunjukkan adanya modus penipuan yang sangat merugikan, dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah per titik. Para penipu biasanya menyasar warga yang ambisius menjadi mitra dengan klaim "jalur belakang" atau koneksi khusus di dalam lembaga.
BGN menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan mengambil tindakan hukum dan sanksi administratif yang berat:
- Sanksi bagi Pelanggar: Mitra yang terbukti terlibat dalam transaksi ilegal atau melanggar standar layanan gizi akan dikenakan sanksi mulai dari penutupan sementara hingga pencabutan izin permanen terhadap unit SPPG terkait.
- Verifikasi Mandiri: Masyarakat diminta melakukan pengecekan informasi hanya melalui kanal resmi di situs dan media sosial Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghindari hoaks.
Dengan tertutupnya pintu pendaftaran ini, fokus BGN kini beralih pada standarisasi layanan gizi guna memastikan program nasional ini berjalan optimal dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
TIM REDAKSI