PROBOLINGGO, PPRNEWSMEDIA.COM – Puluhan warga mendatangi rumah seorang perempuan berinisial NH di Desa Pakuniran, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, pada Senin (9/2/2026) pagi. Aksi ini dipicu oleh kemarahan para member aplikasi investasi MBA yang merasa dirugikan karena bonus yang dijanjikan tidak kunjung cair.
Ketegangan di lokasi kejadian terpantau meningkat sejak pagi hari. Berdasarkan keterangan salah satu member, keresahan para peserta aplikasi sudah memuncak dalam sepekan terakhir akibat penundaan pencairan yang terus berulang. Puncaknya, pada hari yang dijanjikan sebagai waktu pencairan, akses penarikan dana pada aplikasi tersebut macet total.
Para member kemudian mendatangi rumah NH, yang diketahui sebagai koordinator aplikasi investasi MBA di wilayah tersebut, untuk menuntut kejelasan dan pengembalian dana yang telah disetorkan.
Camat Pakuniran, Zainuri, membenarkan adanya aksi warga tersebut. Pihak kecamatan langsung melakukan koordinasi lintas pihak untuk meredam situasi agar tidak terjadi tindakan anarkis.
Menurut Zainuri, skema investasi ini dijalankan melalui aplikasi berbasis Android dengan sistem pendaftaran menggunakan tautan digital. Awalnya aplikasi berjalan lancar, terutama bagi member lama, namun masalah mulai muncul pada member baru.
“Mungkin awalnya berjalan lancar, terutama bagi member lama. Tetapi untuk member baru, mulai terjadi kendala baik pada proses deposit maupun penarikan dana, sehingga memicu keresahan di masyarakat,” jelas Zainuri.
Ia menambahkan, sebagian member awal mengaku telah mendapatkan kembali modalnya. Namun, peserta yang baru bergabung justru mengalami kesulitan pencairan hingga dana dinyatakan macet.
“Itu deposit saldo lewat aplikasi. Yang ikut dari awal sebagian sudah balik modal. Tapi yang baru ikut tidak segera cair. Sejak beberapa hari lalu keluhan sudah muncul, dan hari ini puncaknya karena pencairan benar-benar tidak bisa dilakukan,” urainya.
Sementara itu, pihak Polsek Pakuniran mengonfirmasi bahwa kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Probolinggo. Berdasarkan hasil klarifikasi awal, aplikasi MBA menawarkan skema investasi bertingkat (leveling) mulai dari Level E hingga Level A, dengan nominal deposit bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga diklaim mencapai ratusan juta rupiah.
Keuntungan yang dijanjikan dinilai tidak rasional, dengan klaim return hingga 100 persen. Koordinator juga menarik minat masyarakat melalui program undian bertajuk “Pecah Telur” dengan hadiah logam mulia, elektronik, hingga kendaraan bermotor.
Humas Polres Probolinggo memastikan kasus dugaan penipuan berbasis aplikasi ini tengah ditangani secara resmi.
“Kami masih melakukan pendalaman terkait dugaan penipuan berbasis aplikasi ini, termasuk menelusuri alur transaksi dan pihak-pihak yang terlibat,” ujar perwakilan Humas Polres Probolinggo.
Guna menjaga situasi tetap kondusif, NH bersama dua orang lainnya, yaitu SDS selaku agen magang dan YS, telah diamankan ke Mapolres Probolinggo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita sejumlah dokumen transaksi serta perangkat digital sebagai barang bukti.
TIM REDAKSI
