PROBOLINGGO, PPRNEWSMEDIA.COM – Guna memperkuat integritas data dan legalitas lembaga pendidikan keagamaan, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Bantaran menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) administrasi bagi seluruh Kepala Madrasah Diniyah (Madin) se-Kecamatan Bantaran. Kegiatan yang dibalut dalam suasana Halal Bihalal ini dipusatkan di Masjid Wakaf Al Rohmah, Desa Legundi, Kabupaten Probolinggo, Minggu (12/04/2026).
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh puluhan pengelola madrasah dengan fokus utama pada pemutakhiran data digital dan pemenuhan regulasi operasional lembaga di tahun anggaran 2026.
Akselerasi Data dan Legalitas
Bimbingan teknis yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini membedah tiga instrumen vital manajemen madrasah, yakni prosedur teknis pengisian Education Management Information System (EMIS), mekanisme perpanjangan Izin Operasional (IJOP), serta standardisasi penyusunan proposal Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Madin 2026.
Ketua FKDT Kecamatan Bantaran, Ust. Rohmad Wahyudi, M.Pd.I., yang memimpin langsung jalannya Bimtek, menegaskan bahwa ketertiban administrasi adalah representasi dari kualitas pengelolaan pendidikan diniyah.
"Kami tidak ingin ada madrasah di Bantaran yang terkendala hanya karena persoalan administrasi yang terlewat. Melalui forum ini, kami melakukan pendampingan langsung agar pengisian EMIS akurat, IJOP diperbarui tepat waktu, dan proposal BOSDA disusun sesuai juknis (petunjuk teknis) yang berlaku," tegas Ust. Rohmad Wahyudi di sela-sela kegiatan.
Standarisasi dan Profesionalisme
Lebih lanjut, Ust. Rohmad menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan kemandirian dan profesionalisme bagi para Kepala Madin. Menurutnya, pemahaman yang komprehensif mengenai alur birokrasi dan aplikasi digital akan mempermudah madrasah dalam mengakses program-program pemerintah.
"Tujuan kita adalah standarisasi. Kita ingin seluruh Madin di Kecamatan Bantaran memiliki frekuensi yang sama dalam hal akuntabilitas pelaporan dan tertib administrasi," tambahnya.
Sinergi Pasca-Ramadhan
Selain aspek teknis, momentum Halal Bihalal ini menjadi sarana penguatan sinergi antar-lembaga di bawah naungan FKDT. Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi wadah diskusi interaktif mengenai kendala-kendala yang dihadapi pengelola madrasah di lapangan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon kelancaran dalam mencetak generasi religius di wilayah Probolinggo. Sebagai simbol soliditas, acara diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh jajaran Kepala Madin se-Kecamatan Bantaran.
TIM REDAKSI
