Sinergi Lawan Gejolak Global, Kadin Probolinggo Siap Kawal Ketahanan Industri Lokal

PROBOLINGGO, PPRNEWSMEDIA.COM – Merespons instruksi Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, terkait memanasnya konflik di Timur Tengah, Ketua Kadin Kabupaten Probolinggo, Gede Vandana Wijaya atau yang akrab disapa Ivan, menyatakan kesiapannya untuk memperkuat benteng ekonomi di tingkat daerah.

Ivan menegaskan bahwa pengusaha di Probolinggo harus bergerak cepat dalam melakukan mitigasi risiko, terutama terhadap potensi lonjakan biaya logistik dan inflasi akibat ketegangan geopolitik antara AS, Israel, dan Iran yang berdampak pada jalur pelayaran internasional.

Mitigasi Efek Domino di Daerah

Gede Vandana Wijaya menyampaikan bahwa instruksi dari pusat merupakan alarm bagi para pelaku usaha di Probolinggo untuk tidak terlena. Menurutnya, adaptabilitas adalah kunci agar sektor industri dan UMKM di wilayahnya tidak tergilas oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah.

"Kami di daerah sejalan dengan arahan Ketum Anindya Bakrie. Probolinggo memiliki sektor industri dan perdagangan yang vital. Kita harus memastikan bahwa operasional tetap berjalan meski ada tekanan global. Fokus utama kita adalah menjaga efisiensi agar harga di tingkat konsumen tetap stabil," ujar Gede Vandana Wijaya.

Langkah Strategis Kadin Probolinggo

Menindaklanjuti imbauan pusat, Ivan memaparkan beberapa langkah taktis yang akan diambil oleh Kadin Probolinggo:

  • Pemantauan Rantai Pasok: Mengawasi ketersediaan bahan baku industri yang mengandalkan impor agar produksi tidak terhambat.
  • Penguatan Pasar Domestik: Mendorong pelaku usaha lokal untuk mengoptimalkan perdagangan antar-daerah guna mengurangi ketergantungan pada pasar global yang sedang tidak menentu.
  • Pendampingan UMKM: Memberikan edukasi kepada pengusaha kecil dan menengah agar lebih bijak dalam mengelola likuiditas di tengah potensi kenaikan inflasi.

Optimisme Fundamental Ekonomi

Ivan juga mengamini pernyataan Anindya Bakrie bahwa fundamental ekonomi Indonesia, termasuk di Probolinggo, masih sangat kuat. Ia melihat ketersediaan likuiditas perbankan dan dukungan pemerintah melalui instrumen seperti Danantara sebagai modal besar untuk bertahan.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan para stakeholder untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif. Pesan kami kepada anggota Kadin di Probolinggo jelas: tetap tenang, fokus pada efisiensi, dan mari kita jaga lapangan kerja agar daya beli masyarakat lokal tidak terganggu," pungkas Ivan.

Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, Kadin Probolinggo optimistis mampu melewati tantangan ekonomi global tahun 2026 ini dengan tetap mencatatkan pertumbuhan yang positif.


TIM REDAKSI

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama