Sinergi Arus Mudik dan Persiapan Nyepi: Antrean Gilimanuk Mulai Terurai di Tengah Lonjakan Penumpang

BALI, PPRNEWSMEDIA.COM – Otoritas Pelabuhan Gilimanuk terus berupaya keras mengurai kepadatan kendaraan yang terjadi di pintu keluar Pulau Dewata. Berdasarkan pantauan terkini pada Selasa (17/03/2026), antrean kendaraan yang sempat mencapai titik ekstrem hingga 31 kilometer pada akhir pekan lalu, kini mulai berangsur normal dengan ekor antrean berada di kisaran 8 kilometer dari gerbang masuk pelabuhan.

Lonjakan Volume Kendaraan dan Strategi Mitigasi

Data dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat bahwa intensitas pergerakan pemudik menuju Pulau Jawa telah mencapai angka kritis. Tercatat sebanyak 309.135 penumpang dan total 97.787 unit kendaraan telah menyeberang sejak H-10 Lebaran. Tingginya antusiasme mudik tahun ini, yang berbarengan dengan periode libur panjang, menjadi faktor utama terjadinya penumpukan di kantong-kantong parkir dan jalur utama menuju pelabuhan.

Guna merespons kondisi tersebut, pihak ASDP telah mengaktifkan skema operasional darurat. Sebanyak 35 armada kapal dikerahkan secara nonstop dengan penerapan sistem Tiba Bongkar Berangkat (TBB).

"Kami memangkas waktu sandar dan proses bongkar muat secara signifikan. Prioritas kami adalah mempercepat perputaran kapal agar sirkulasi kendaraan di pelabuhan tetap mengalir, meskipun volume kendaraan yang datang dari arah Denpasar tetap tinggi," ungkap salah satu pejabat otoritas pelabuhan dalam keterangannya.

Penutupan Operasional Menjelang Hari Raya Nyepi

Selain tantangan arus mudik, pihak pelabuhan juga tengah bersiap menghadapi jeda operasional tahunan. Sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali mengenai pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948, Pelabuhan Gilimanuk akan dihentikan secara total mulai:

  • Kamis, 19 Maret 2026, pukul 05.00 WITA
  • Hingga Jumat, 20 Maret 2026, pukul 06.00 WITA.

Langkah ini diambil untuk menghormati kekhusyukan umat Hindu di Bali yang tengah menjalankan ritual Catur Brata Penyepian. Penutupan ini diprediksi akan memicu gelombang keberangkatan terakhir pada Rabu (18/03) esok hari.

Imbauan Bagi Pengguna Jasa

Kepolisian Resort (Polres) Jembrana bersama Dinas Perhubungan telah menyiagakan personel di sepanjang jalur utama guna mencegah terjadinya penumpukan di badan jalan yang dapat mengganggu mobilitas warga lokal. Masyarakat yang akan menyeberang sangat disarankan untuk tiba lebih awal dan memastikan telah memiliki tiket elektronik (Ferizy) sebelum mencapai area pelabuhan guna menghindari kendala administratif di gerbang masuk.

Kondisi cuaca di Selat Bali terpantau cukup kondusif untuk pelayaran, namun otoritas tetap meminta nakhoda dan awak kapal untuk selalu waspada terhadap perubahan arus bawah laut yang sering kali terjadi secara mendadak.


TIM REDAKSI

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama